Mobil Berpelat Nomor 'RF' Pakai Strobo pun Tak Kena Ampun Polisi

Jakarta - Pihak kepolisian tengah gencar melakukan razia terhadap pengendara mobil yang memasang lampu strobo tak sesuai dengan peruntukannya. Tampak dalam akun instagram TMC Polda Metro, deretan mobil ditilang karena kedapatan memasang lampu strobo demi kemudahan mendapat akses jalan.

Dari foto-foto yang diunggah akun tersebut, ada beberapa mobil yang ditilang menggunakan strobo juga memakai pelat nomor dengan kode akhiran 'RF'. Misalnya Innova dengan pelat akhiran 'RFZ', Fortuner 'RFR', Pajero Sport 'RFV' ikut terciduk polisi karena memasang strobo. Seperti diketahui pelat 'RF' merupakan salah satu TNKB rahasia yang hanya boleh digunakan oleh pejabat.

Namun nyatanya ada juga beberapa pihak yang menyalahgunakan pelat 'RF' dan memasangnya di kendaraan pribadi demi mendapat keistimewaan di jalan.

"PM (Polisi Militer) #TNI dan #Polri lakukan penindakan terhadap Pengendara yang masih nekat memasang lampu strobo dan sirine bukan peruntukannya di Tol Semanggi, Jumat 6 September 2019," tulis TMC Polda Metro dalam salah satu unggahannya.

Pihak kepolisian beberapa waktu lalu telah menegaskan agar mobil berpelat hitam yang menggunakan strobo tak memilik hak istimewa di jalan. Artinya jika ada pengendara mobil berstrobo yang meminta jalan maka tak perlu diberi.

"UU Nomor 22/2009 mengatur hal tersebut, jadi tidak ada wewenang untuk kendaraan pribadi. Kendaraan tersebut tidak punya wewenang prioritas dalam hukum," jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M. Nasir saat dihubungi detikcom belum lama ini.

PROMO AYLA TERBARU | DP MURAH | ANGSURAN RINGAN
Hal senada juga diutarakan Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri Aan Suhanan. Menurutnya hanya penegak hukum yang memang dalam Undang-undang mendapat hak prioritas di jalan.


"Kalau mobil plat hitam pakai strobo atau rotator itu nggak perlu dikasih jalan, kita kan tidak bisa membedakan mana yang penegak hukum mana bukan," ujarnya.

Bagi yang belum tahu, pemasangan strobo diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dalam UU tersebut pasal 59 ayat 3 disebutkan, lampu isyarat warna merah atau biru serta sirene berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

Lampu isyarat warna biru dan sirine digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sementara lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah.

PROMO AYLA TERBARU | DP MURAH | ANGSURAN RINGAN
Adapun pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai UU 22/2009 Pasal 134 itu adalah kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, dan konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

SOURCE
INFO PEMESANAN DAIHATSU
SANTO DAIHATSU
081 293 473 893 (CALL/HUNTING)
081 765 71 494 (WA BISNIS) 
Share:

SALES EXECUTIVE

authorHai, Nama Saya Santo dan Saya adalah Sales Executive Tunas Daihatsu

Cari Blog Ini

Pengunjung Juga Melihat

Diberdayakan oleh Blogger.

Like Our Page

Wikipedia

Hasil penelusuran

Label

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Our Visitor